Rabu, 27 Oktober 2010

Solo "City of Charm"

Kota Surakarta adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota ini juga dikenal dengan nama Solo, Sala, dan Salakarta. Nama yang terakhir tidak dipakai lagi.

Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Kota ini dulu juga tempat kedudukan dari residen, yang membawahi Karesidenan Surakarta di masa awal kemerdekaan. Jabatan residen sekarang dihapuskan dan diganti menjadi "pembantu gubernur untuk wilayah Surakarta".

Kota Surakarta memiliki semboyan BERSERI yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah. Untuk kepentingan pemasaran pariwisata, Solo mengambil slogan pariwisata Solo the Spirit of Java yang diharapkan bisa membangun citra kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.



Geografi Kota Solo


Kota Solo terletak sekitar 65 km timur laut Yogyakarta dan 100 km tenggara Semarang. Lokasi kota ini berada di dataran rendah (hampir 100m di atas permukaan laut) yang diapit Gunung Merapi di barat dan Gunung Lawu di timur. Agak jauh di selatan terbentang Pegunungan Sewu. Di sebelah timur mengalir Bengawan Solo dan di bagian utara mengalir Kali Pepe yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Solo.

Tanah di Solo bersifat pasiran dengan komposisi mineral muda yang tinggi sebagai akibat aktivitas vulkanik kedua gunung api yang telah disebutkan di atas. Komposisi ini, ditambah dengan ketersediaan air yang cukup melimpah, menyebabkan dataran rendah ini sangat baik untuk budidaya tanaman pangan, sayuran, dan industri, seperti tembakau dan tebu. Namun demikian, sejak 20 tahun terakhir industri manufaktur dan pariwisata berkembang pesat sehingga banyak terjadi perubahan peruntukan lahan untuk kegiatan industri dan perumahan penduduk.

Batas-batas administrasi.
Surakarta berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.


Kependudukan.
Jumlah penduduk kota Surakarta pada tahun 2003 adalah 552.542 jiwa terdiri dari 270.721 laki-laki dan 281.821 wanita, tersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan. Perbandingan kelaminnya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduknya sebesar 66%. Jumlah penduduk tahun 2003 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2000 yang sebesar 488.834 jiwa, berarti dalam 3 tahun mengalami kenaikan sebanyak 83.708 jiwa. Catatan dari tahun 1880 [3] memberikan cacah penduduk 124.041 jiwa.

Jika wilayah penyangga Surakarta juga digabungkan secara keseluruhan (Soloraya - Surakarta + Kartasura, Colomadu, Baki, Grogol, Palur), maka luasnya adalah 130 km². Penduduknya berjumlah 850.000 jiwa.

Pembagian Administratif
Surakarta dibagi menjadi lima kecamatan. Setiap kecamatan dibagi menjadi kelurahan, lalu setiap kelurahan dibagi menjadi kampung-kampung yang kurang lebih setara dengan Rukun Warga.

Kecamatan di Surakarta:

Kecamatan Banjarsari
Kecamatan Jebres
Kecamatan Lawiyan (disebut juga Laweyan)
Kecamatan Pasar Kliwon
Kecamatan Serengan

Surakarta dan kota-kota satelitnya (Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak) adalah kawasan yang saling berintegrasi satu sama lain. Kawasan Solo Raya ini unik karena dengan luas kota Surakarta sendiri yang hanya 44 km persegi dan dikelilingi kota-kota penyangganya yang masing-masing luasnya kurang lebih setengah dari luas kota Surakarta dan berbatasan langsung membentuk satu kesatuan kawasan kota besar yang terpusat.



Berita yang Membanggakan dari Kota Solo


Wakil Presiden Boediono bersama Ketua Chinese People's Political Consultative Conference Jia Qinglin, Selasa (19/10/2010) pagi ini pukul 10.30 waktu setempat, akan meresmikan Kota Solo sebagai "City of Charm" atau Maskot Masyarakat China.

Peresmian dilakukan di Paviliun Komoditas Indonesia, yang didirikan di China-ASEAN Expo di Zhujin Hall, Nanning, China. "Solo atau dikenal dengan Surakarta adalah salah satu kota budaya dan dagang di Jawa Tengah, yang juga didominasi masyarakat China sejak berabad-abad lamanya.

"Jadi, antara budaya dan perdagangan masyarakat China sudah menyatu dengan budaya masyarakat di sana. Karena itu, China menjadikan Solo sebagai maskotnya," kata Juru Bicara Wakil Presiden, yang juga Staf Khusus Wakil Presiden, Yopie Hidayat, saat briefing di Hotel Nanning, Selasa dini hari tadi.

Dalam peresmian itu, Wakil Presiden Boediono juga didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar. Peresmian dilakukan Wakil Presiden Boediono dan Jia Qinglin di sela-sela acaranya melakukan kunjungan kerja selama empat hari di China untuk menghadiri Forum Energi keempat dengan kalangan pengusaha China dan membuka China-ASEAN Expo di Nanning dan menghadiri peringatan 60 tahun hubungan RI-China di Beijing.

Sebelum peresmian Solo sebagai Maskot Masyarakat China, Wakil Presiden Boediono akan bertemu selama 30 menit dengan Jia Qingling di Liyuan Resort, kompleks tempat tinggal setiap tamu negara di Nanning.
JADI , penduduk Solom patut berbangga hati &bahagia tentunya , dan yang bukan warga Solo juga harus berbahagia, karna Solo juga termasuk daerah yang ada di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar