Kamis, 28 Oktober 2010

Tugas Mbah Maridjan Sebagai Juru Kunci Gunung Merapi Sudah Paripurna.

Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan (nama asli: Mas Penewu Surakso Hargo. 


Selasa 26 Oktober 2010 petang, awan panas Merapi 'wedhus gembel' menerjang Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Yogyakarta. Juga ke rumah Mbah Maridjan.

Rabu pagi 27 Oktober 2010 pagi, kuncen Merapi itu ditemukan tewas di rumahnya. Dalam posisi bersujud. 

Lebih lanjut, Sri Sultan mengatakan, Mbah Maridjan paling susah diajak turun. Hal ini disebabkan lantaran ia memiliki tanggung jawab yang sangat berat dan dalam terhadap tugas yang telah diembannya.


Yang kami banggakan dari Mbah Maridjan yaitu :


Ketika Sri Sultan berkata :
"Itu jauh sebelum orang-orang minta dia untuk turun. Tapi tetap saja dia tidak mau. Karena ya itu tadi, dia memang sangat berat meninggalkan tugasnya itu. Dia sangat memenuhi tanggung jawabnya sebagai juru kunci Merapi. Dia bicara dengan lugas, pikiran, dan hati yang jernih karena orangnya sederhana. Tapi kalau harus meninggalkan Merapi itu seolah-olah meninggalkan tanggung jawabnya," 


WAW. Sungguh besar tanggung jawabnya . Applause buat beliau. Semoga beliau tenang dialam sana. Terima arwah beliau di disisimu yaAlloh. Walau raga terkubur, Jasanya akan selalu kami ingat ! ROSO!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar